Ketika Polri Kerasukan  Politik dan Bisnis Praktis

banner 468x60

Democrazydigital.com | Masyarakat Indonesia menilai kondisi Kepolisian Republik Indonesia dalam beberapa dekade terakhir sedang kerasukan politik dan bisnis praktis baik yang berasal dari intern Polri itu sendiri maupun dari luar institusi.

 

banner 336x280

Hal itu disampaikan oleh Ibu Hajjah Sinta Nuriyah Wahid Ketua Gerakan Nurani Bangsa kepada Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Prof. Dr. Jimly Assidhiqie dalam acara audensi yang gelar di STIK – PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan pada Kamis ( 13/11/2025 ) lalu.

 

Dari sekian banyak hal yang disampaikan oleh Ibu Sinta, ada satu masukan yang menjadi catatan penting bagi Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri diantaranya adalah  menghentikan Polri dari kerasukan intervensi kepentingan politik dan bisnis praktis. 

BACA JUGA :  Hak Jawab : Dituding Abal-abal, Murtadho, S.H. Sebut Opini Wilson Lalengke di Media Menyesatkan dan Tidak Mengerti Hukum

 

“ Diantara banyaknya masukan yang kami anggap sangat penting dan catat adalah bagaimana mengamankan polisi dari intervensi politik dan bisinis dari luar, ini masukan yang sangat penting untuk memperkuat dan membangun kepercayaan polri di masa depan,” ujar Jimly

 

“ Jadi sampai dirasuki intervensi kepentingan politik dan bisnis praktis dari luar,” imbuhnya. dikutip dari kanal Youtube merdeka.com

 

Masih dalam acara audensi, Prof. Dr. Otto Hasibuan yang juga anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri dalam kesempatannya menyampaikan bahwa salah satu fokus utama adalah mencari akar penyebab yang membuat kepercayan masyarakat terhadap Polri tidak sepenuhnya pulih, 

BACA JUGA :  Sesuai Instruksi Presiden, Kejagung Didesak Sikat Direksi BUMN Nakal

 

“ Ini adalah kesempatan emas yang tidak bisa dilewatkan, kami membuka diri untuk semua pihak,memberikan kontribusi positif. Reformasi ini bukan hanya masalah tapi juga solusi. Kami sedang mencari apa penyebab sehingga kepercayaan masyarakat belum sepenuhnya pulih, sekaligus memperbaiki secara sistematik,” papar Otto. dikutip dari kanal youtube merdeka.com

 

Di akhir acara Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan semangat kolaboratif antara Komisi Reformasi dan Gerakan Nurani Bangsa. Ia menegaskan bahwa Polri terus membuka diri terhadap kritik dan saran demi memperbaiki kinerja serta memperkuat kepercayaan publik.

BACA JUGA :  Demi Integritas Demokrasi terkait Kontroversi Ijazah Jokowi, Wilson Lalengke Kirim Surat Terbuka ke UNESCO dan ASEAN

 

“Masukan masyarakat sangat penting agar Polri menjadi lembaga yang benar-benar melindungi, melayani, dan mencintai rakyat,” kata Kapolri. Ia menambahkan bahwa Polri siap melaksanakan setiap rekomendasi dari komisi sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi menyeluruh dan berkelanjutan di tubuh institusi kepolisian.(*)

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *