Democrazydigital.com | Masyarakat Indonesia menilai kondisi Kepolisian Republik Indonesia dalam beberapa dekade terakhir sedang kerasukan politik dan bisnis praktis baik yang berasal dari intern Polri itu sendiri maupun dari luar institusi.
Hal itu disampaikan oleh Ibu Hajjah Sinta Nuriyah Wahid Ketua Gerakan Nurani Bangsa kepada Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Prof. Dr. Jimly Assidhiqie dalam acara audensi yang gelar di STIK – PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan pada Kamis ( 13/11/2025 ) lalu.
Dari sekian banyak hal yang disampaikan oleh Ibu Sinta, ada satu masukan yang menjadi catatan penting bagi Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri diantaranya adalah menghentikan Polri dari kerasukan intervensi kepentingan politik dan bisnis praktis.
“ Diantara banyaknya masukan yang kami anggap sangat penting dan catat adalah bagaimana mengamankan polisi dari intervensi politik dan bisinis dari luar, ini masukan yang sangat penting untuk memperkuat dan membangun kepercayaan polri di masa depan,” ujar Jimly
“ Jadi sampai dirasuki intervensi kepentingan politik dan bisnis praktis dari luar,” imbuhnya. dikutip dari kanal Youtube merdeka.com
Masih dalam acara audensi, Prof. Dr. Otto Hasibuan yang juga anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri dalam kesempatannya menyampaikan bahwa salah satu fokus utama adalah mencari akar penyebab yang membuat kepercayan masyarakat terhadap Polri tidak sepenuhnya pulih,
“ Ini adalah kesempatan emas yang tidak bisa dilewatkan, kami membuka diri untuk semua pihak,memberikan kontribusi positif. Reformasi ini bukan hanya masalah tapi juga solusi. Kami sedang mencari apa penyebab sehingga kepercayaan masyarakat belum sepenuhnya pulih, sekaligus memperbaiki secara sistematik,” papar Otto. dikutip dari kanal youtube merdeka.com
Di akhir acara Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan semangat kolaboratif antara Komisi Reformasi dan Gerakan Nurani Bangsa. Ia menegaskan bahwa Polri terus membuka diri terhadap kritik dan saran demi memperbaiki kinerja serta memperkuat kepercayaan publik.
“Masukan masyarakat sangat penting agar Polri menjadi lembaga yang benar-benar melindungi, melayani, dan mencintai rakyat,” kata Kapolri. Ia menambahkan bahwa Polri siap melaksanakan setiap rekomendasi dari komisi sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi menyeluruh dan berkelanjutan di tubuh institusi kepolisian.(*)
























